Manchester United tampaknya harus segera mengambil keputusan strategis di bursa transfer musim panas ini demi merombak lini tengah mereka. Setelah sukses mengamankan rekrutan pertama lewat kesepakatan dengan Atalanta untuk transfer Ederson, manajemen Setan Merah di bawah kendali INEOS kini dihadapkan pada persimpangan jalan untuk target gelandang berikutnya.
Berdasarkan laporan dari manutdnews.com, Manchester United sejatinya menempatkan nama Mateus Fernandes ke dalam daftar buruan utama mereka. Namun, langkah tersebut mendapat batu sandungan serius setelah Tottenham Hotspur secara mengejutkan siap memenuhi tuntutan harga fantastis senilai 80 juta poundsterling yang dipatok oleh klub pemilik sang pemain.
Menurut pantauan redaksi, daripada terjebak dalam perang penawaran harga yang menguras finansial, Manchester United disarankan untuk segera mengalihkan perhatian kepada kapten Newcastle United, Bruno Guimaraes. Gelandang berkebangsaan Brasil tersebut dinilai menawarkan nilai investasi yang jauh lebih baik berkat rekam jejaknya yang sudah teruji di kompetisi Premier League.
Berdasarkan situasi terkini di St James' Park, posisi Newcastle United sebenarnya sedang dilematis karena mereka berpotensi kehilangan pilar lini tengah lainnya, Sandro Tonali, yang juga santer dikabarkan bakal segera hengkang. Kendati demikian, laporan internal kemarin menyebutkan bahwa Arsenal di bawah asuhan Mikel Arteta sudah mulai bergerak untuk menjadikan Guimaraes sebagai rekrutan impian mereka.
Dari pengamatan lapangan tim redaksi, Manchester United harus berani melakukan pembajakan transfer sebelum Arsenal mencapai kesepakatan penuh dengan Newcastle United. Karakteristik bermain Bruno Guimaraes yang mampu mendikte tempo permainan, memecah lini pertahanan lawan lewat umpan akurat, serta mengontrol laga dari posisi dalam, diyakini akan memberikan dimensi baru bagi Setan Merah.
Langkah merekrut Bruno Guimaraes juga sangat selaras dengan strategi transfer INEOS yang menyukai pemain yang sudah matang di kompetisi domestik Inggris, seperti yang dibuktikan lewat kedatangan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha sebelumnya. Pemain berusia 28 tahun tersebut dinilai sangat ideal untuk mengisi kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan oleh Casemiro.
Berdasarkan data performa musim lalu, Bruno Guimaraes tampil mengesankan dengan mencetak sembilan gol dan lima assists dari 29 pertandingan di liga domestik. Dari pantauan redaksi di level internasional, performanya juga tetap stabil di mana ia berhasil memimpin daftar pencetak assists terbanyak di ajang World Cup dengan catatan tiga assists dari tiga laga pembuka bersama tim nasional Brasil.