Manchester United tampaknya tidak main-main dalam membenahi skuad mereka menjelang bergulirnya kompetisi musim depan. Fokus utama manajemen Setan Merah di bawah kendali INEOS saat ini adalah melakukan perombakan besar-besaran, terutama setelah kepergian sejumlah pilar penting dari Old Trafford.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, lini pertahanan dan sektor gelandang menjadi area yang paling krusial untuk segera ditambal. Setelah berhasil mengamankan kesepakatan bernilai 40 juta poundsterling untuk Ederson dari Atalanta, Manchester United kini mulai mengalihkan radar mereka ke talenta domestik di Liga Inggris.
Salah satu nama yang mencuat ke permukaan adalah bek kiri muda milik Newcastle United, Lewis Hall. Pemain berusia 21 tahun tersebut dilaporkan sangat tertarik untuk merapat ke Old Trafford dan bekerja di bawah arahan manajer Michael Carrick untuk mengarungi musim 2026/2027.
Menurut laporan media Inggris, Hall merasa kecewa setelah dirinya dicoret dari skuad tim nasional Inggris yang berlaga di Piala Dunia. Situasi tersebut disinyalir memicu keretakan hubungan sang pemain dengan manajer Newcastle United, Eddie Howe, sehingga ia mulai mempertimbangkan masa depannya di Tyneside.
Dari pantauan redaksi, langkah untuk mendatangkan Hall diprediksi tidak akan berjalan mudah dan murah. Manajemen Newcastle United diperkirakan baru akan melepas bek berbakat mereka jika ada klub yang bersedia menebusnya dengan mahar minimal 60 juta poundsterling.
Meski harganya tergolong tinggi, profil Hall dinilai sangat cocok untuk investasi jangka panjang Manchester United. Berdasarkan statistik performa sepanjang musim lalu, mantan pemain Chelsea ini menunjukkan atribut impresif dengan rata-rata 5,5 pemulihan bola dan 2,2 tekel per pertandingan.
Selain membidik bek Newcastle United tersebut, Manchester United juga dikabarkan tengah memantau situasi Crysencio Summerville dan Mateus Fernandes dari West Ham United yang baru saja terdegradasi. Namun, harga Fernandes yang mencapai 85 juta poundsterling membuat opsi merekrut Hall dinilai jauh lebih realistis dan ekonomis bagi keuangan klub.