Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, dilaporkan tengah membidik penyerang Manchester United, Marcus Rashford, sebagai target belanja potensial pada bursa transfer musim panas ini. Berdasarkan laporan dari iNews, klub asal London Utara tersebut terus bergerak aktif setelah sebelumnya sukses mendatangkan bek tengah Jan Paul van Hecke dari Brighton & Hove Albion dengan nilai transfer mencapai 52 juta poundsterling.
Dari pantauan redaksi, manuver agresif Tottenham Hotspur tidak berhenti di situ saja. Manajemen Spurs dikabarkan sempat mengajukan tawaran pembuka senilai 80 juta poundsterling untuk gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, meskipun proposal tersebut akhirnya mendapat penolakan. Kini, fokus pembenahan skuad dialihkan kepada Marcus Rashford yang dinilai telah memiliki rekam jejak teruji di pentas Premier League.
Menurut pengamatan tim redaksi, Roberto De Zerbi merupakan salah satu pengagum berat gaya permainan Rashford dan siap mendesak jajaran petinggi Tottenham Hotspur guna merealisasikan kesepakatan tersebut. Di sisi lain, pihak Spurs dilaporkan enggan mengaktifkan klausul rilis sang pemain yang bernilai 40 juta poundsterling karena mereka meyakini bisa merekrut penyerang tim nasional Inggris itu dengan harga yang lebih rendah.
Meskipun ada ketertarikan dari Tottenham Hotspur, penyerang berusia 28 tahun tersebut dikabarkan lebih memilih untuk melanjutkan kariernya di luar negeri. Berdasarkan catatan penampilan musim lalu, Rashford sempat menjalani masa peminjaman yang terbilang sukses bersama Barcelona dengan mengemas 14 gol dan 14 assist dari 49 pertandingan di semua kompetisi.
Pihak Barcelona sendiri kabarnya memutuskan untuk tidak mengaktifkan klausul pembelian permanen senilai 26 juta poundsterling, melainkan hanya menginginkan opsi peminjaman kembali untuk satu musim ke depan. Sementara itu, kubu Manchester United menegaskan tidak akan menerima proposal pinjaman baru karena berniat melepas sang pemain secara permanen demi mereduksi beban gaji klub sebesar 315.000 poundsterling per minggu.
Berdasarkan situasi finansial saat ini, penjualan produk akademi seperti Marcus Rashford akan tercatat sebagai keuntungan bersih murni dalam pembukuan Manchester United. Langkah strategis ini serupa dengan pelepasan Alejandro Garnacho pada musim lalu, yang berguna untuk mendongkrak dana belanja klub di bawah regulasi finansial ketat Premier League.